Berbisnis ala Rasulullah Antarkan UM Juarai SELF

iga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti ajang Sharia Economic Learning Forum (SELF) yang diadakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Studi Ekonomi Islam.Berkaitan dengan ekonomi syariah, lomba ini terdiri atas dua kategori, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Sharia Entrepreneurhip. Tiga mahasiswa UM tersebut mendapat kesempatan mengikuti LKTI dengan menyandang juara I tingkat nasional. Lomba ini diikuti oleh tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi, yaitu Hendra Rizky Kurniawan, Ika Rahma, dan Siti Khoiriyah Nur Sa’idah.
Lomba yang bertempat di Universitas Udayana Bali ini diadakan selama tiga hari (18-20/05). Dalam seleksi pengiriman paper dipilih lima belas paper terbaik untuk diundang ke Bali guna mempresentasikan hasil karya tulis. Dari UM, dua tim lolos, termasuk tim Hendra Rizky Kurniawan yang mengangkat karya tulis “Modern Sharia Marketing Model 3DSMark (Design, endorsement, marketing online)”. Karya ini ditulis sebagai solusi mengatasi resistensi Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap perkembangan promosi pemasaran di era digital. “Progam 3DSMark ini adalah semacam progam pelatihan bagi para pelaku usaha  yang ingin meningkatkan penjualan usahanya. Namun bukan hanya penjualan usahanya saja, tetapi juga keberkahan. Karena dalam progam 3DSMark ini para pelaku usaha, misalkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), akan diajarkan berbisnis ala Rasulullah, mulai dari akad-akad bisnis dalam Islam, etika bisnis dalam Islam, mengenalkan riba, dan masih banyak lagi” ujar Hendra, anggota tim.
“Yang melatarbelakangi kami membuat ide ini karena usaha marketing online cukup memberikan profit, banyak dari beberapa UMKM yang tidak menggunakan marketing online dan beberapa pembeli banyak yang mengeluhkan barang yang sudah diterima ndak sesuai dengan barang yang dipesan, misalkan ada kecacatan,” tambah Hendra. Mengingat banyaknya UMKM yang menggunakan pemasaran tradisional untuk menjual produknya dan tidak ingin menggunakan pemasaran modern karena rawan dengan penipuan, hal ini pula yang melatarbelakangi mereka menggagas karya tulis tersebut. Tak tanggung-tanggung, persiapan lomba ini membutuhkan waktu selama satu bulan.
“Untuk mengombinasikan pemasaran modern dengan pemasaran syariah yang diajarakan Rasulullah, kami ingin SDM yang bekerja di UMKM bisa terbuka dengan pemasaran modern tanpa khawatir akan adanya unsur penipuan. Ide ini muncul dari keinginan kami untuk menerapkan pemasaran modern berbasis syariah di UMKM,” ungkap Siti, ketua tim. Karya tulis ini bisa menepis anggapan para pedagang bahwa pemasaran modern berdampak  pada penipuan.
Pengerjaan LKTI ini tak luput dari beberapa hambatan. “Hambatan selama pengerjaan karya tulis ini adalah waktu. Waktu pengerjaan, tim kami banyak yang sibuk. Saya sendiri mengerjakan LKTI di sela-sela kesibukan kuliah, kerja, dan organisasi,” tambah Siti. Penulisan ini tak luput dari kerja sama tim, mulai dari merancang ide, membuat paper, dan melakukan penelitian.
Beberapa manfaat dari gagasan 3DSMark adalah dapat memberikan pengetahuan mengenai cara membuat desain secara syar’i, memilih endorse yang sesuai dengan norma-norma, serta mengajarkan cara melakukan marketing online sesuai dengan teladan Rasulullah. “Langkah selanjutnya diharapkan gagasan ini dapat diimplementasikan oleh pemerintah agar penjualan UMKM dapat meningkat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah,” tutur Ika Rahmawati, anggota LKTI.
Konsep pemasaran modern dan syariah mengantarkan tiga mahasiswa UM menjuarai Sharia Economic Learning Forum (SELF) dengan mengalahkan Universitas Airlangga (Unair) yang menduduki peringkat 2 dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berada di peringkat 3.Amey

Bagikan informasi ini: