KEMBALIKAN Urgensi PKM untuk Masyarakat

DSC_0139

Sabtu (07/04), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah mengadakan Workshop Penulisan Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan sasaran mahasiswa Bidikmisi angkatan 2016 dan 2017. PKM  merupakan pengembangan dari Kegiatan Alternatif Mahasiswa (KAM). Workshop yang diadakan di Aula H.O.S Cokroaminoto lantai 7 Fakultas Ilmu Sosial UM (FIS UM) ini bertema “Meningkatkan Mutu Mahasiswa Sejarah dalam Berinovasi dan Kreasi Menuju Pimnas 2019”.


Fokus workshop tersebut pada tiga PKM, yaitu PKM-AI (Artikel Ilmiah), PKM-P (Penelitian), dan PKM-M (Pengabdian Masyarakat) dengan 85 peserta yang tergabung dalam 22 tim. Dalam workshop tersebut, terdapat tiga pemateri sekaligus pembina yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu Ronal Ridhoi, M.A., Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim, M.Pd., dan Wahyu Djoko Sulistyo, M.Pd. “Menanggapi urgensi PKM di kalangan mahasiswa sejarah, kami berusaha meningkatkan mutu PKM dengan diadakannya workshop tersebut. Sebelum peserta mengikuti workshop, mereka diwajibkan membuat judul dan pendahuluan PKM untuk kemudian didiskusikan bersama pembina di forum diskusi dan sharing. Setelah itu dilakukan seleksi kemudian diadakan pembinaan setiap hari Jumat untuk persiapan menuju Pimnas 2019,” tutur Hanum Ega Nurina, ketua pelaksana.
Pentingnya mengembangkan PKM-M di masyarakat diungkapkan oleh Wahyu Djoko Sulistyo, M.Pd. selaku pemateri. “Sebagai mahasiswa sejarah wajib hukumnya melihat keadaan  di lingkungan situs sejarah agar masyarakat mengerti melalui penyajian karya yang kreatif. Kalian hanya perlu mengajari masyarakat untuk mengelola situs tersebut, apa yang dilakukan di masyarakat sekecil apapun tetapi bermanfaat sebagai wujud pengabdian masyarakat”. Melalui kolaborasi dengan beberapa jurusan, akan menambah nilai kreatif dari PKM tersebut. Ide yang menarik juga sangat dibutuhkan dalam penulisan PKM. Para mahasiswa disarankan agar tidak seperti katak dalam tempurung. Mahasiswa harus terbuka, mencoba untuk melihat dan mengambil kesempatan yang ada, serta mencoba untuk terlibat dengan kesempatan yang ditawarkan oleh universitas melalui PKM.
“PKM adalah wadah bagi mahasiswa-mahasiswi untuk mengembangkan kreativitas intelektual dan kecerdasan dalam berorganisasi. Kreativitas merupakan paduan tiga unsur utama dalam diri manusia, yaitu pikiran, perasaan, dan keterampilan. Nah, agar mahasiswa-mahasiswi mencapai level kreatif, ketiga unsur tersebut diupayakan di setiap perguruan tinggi. Upaya tersebut terwujud dalam PKM. Terlepas dari itu kami ingin meningkatkan kualitas PKM agar lolos ke Pimnas 2019. Kami membidik mahasiswa Bidikmisi karena mereka diwajibkan membuat PKM setiap tahunnya,” tutur Hanum Ega Nurina.Amey

Bagikan informasi ini: