Lahirkan Kreator Muda melalui Forum Dunia Maya

Kamis (15/03), Kaskus Goes to Campus menyambangi Universitas Negeri Malang (UM) di Fakultas Sastra. Kreator Muda di Era Digital menjadi tema menarik untuk acara tersebut. Melalui tema tersebut, Kaskus ingin mengajak mahasiswa untuk lebih kreatif dalam berkarya di era digital. Acara ini menuai antusiasme yang dibuktikan oleh padatnya Aula Ava Fakultas Sastra oleh seratus lebih peserta, mulai dari mahasiswa hingga dosen.

IMG-20180327-WA0000
Acara tersebut menghadirkan pemateri yang membagikan pengalaman dan motivasi kepada para peserta. Pemateri tersebut adalah Moch. Syahri S.Sos., M.Si. yang merupakan dosen Jurnalistik UM, sedangkan dua narasumber lainnya adalah WN Naufal (penulis buku 100 Tahun Setelah Aku Mati) dan Ewing HD seorang konten kreator.
Kaskus merupakan singkatan dari Kasak Kusuk yang menjadi forum komunitas maya terbesar di Indonesia. Pengguna Kaskus disebut dengan Kaskuser. Aktivitas diskusi terbesar dan jual-beli paling murah bisa ditemukan di forum tersebut. Bukan hanya itu, pada tahun 2017, komunitas ini menciptakan sebuah inovasi bertajuk Kaskus Kreator. Pada saat ini, para konten kreator berhasil mendorong industri kreatif Indonesia. Industri kreatif ini bisa diterapkan pada semua bidang, mulai dari tulisan, gambar, video, suara, hingga gabungan dari bidang-bidang tersebut. Dengan adanya Kaskus Kreator, kesempatan bagi kreator muda untuk menyalurkan passion di bidang tulisan akan terbuka lebar.
Kaskus mengusung program Kaskus Kreator untuk mengajak semua orang yang mempunyai passion di bidang menulis dan menjadikannya sebagai hobi yang menghasilkan. Tidak adanya persyaratan khusus menjadi kemudahan tersendiri bagi mahasiswa untuk mendaftar sebagai salah satu anggota forum Kaskus Kreator. Prosedur yang cukup mudah bagi pemula menjadi daya tarik bagi para penulis.
Kaskuser tidak perlu khawatir mengenai pembaca, karena Kaskus memiliki 300 juta pembaca aktif setiap bulannya. Dapat dipastikan bahwa setiap hasil karya yang diunggah akan memiliki pembaca. Kaskus menawarkan keuntungan bagi pemilik karya yang hasil karyanya berhasil diunggah. Keuntungan tersebut dalam bentuk poin yang dapat ditukar menjadi saldo Kaspay. “Mahasiswa mendapatkan reward berupa uang dan Kaskus memiliki basis data mahasiswa,” ungkap Moch. Syahri S. Sos., M. Si. selaku pemateri dari UM. Ia menjelaskan bahwa salah satu kunci dalam menulis adalah membaca. Membaca apapun yang ada di sekitar. Tidak harus membaca dalam bentuk teks, namun membaca kehidupan. Moch. Syahri menuturkan bahwa menulis membutuhkan keterampilan.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Jurusan Sastra Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Sastra Indonesia, Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. bahwa mahasiswa dalam era digital ini harus mampu untuk bertransformasi dalam tiga hal yaitu mitos, etos, dan logos.Rosa

Bagikan informasi ini: