Select Page

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengharumkan UM pada Lomba dan Seminar Matematika XXVIII (LSM XXVIII) 2020 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada (07/03). Mereka adalah Rofiud Darojad dan Muhammad Nur Alamsyah, mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM. Keduanya berhasil memboyong Juara 5 Kompetisi Matematika Mahasiswa Perguruan Tinggi Tingkat Nasional. Perlombaan LSM XXVIII membawa kesan berbeda untuk mahasiswa angkatan 2017 ini. Bagaimana tidak, mereka harus bersaing dengan perguruan tinggi bergengsi lainnya, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan alumni peraih medali olimpiade.

Lomba dan Seminar Nasional Pendidikan Matematika (LSM) adalah kegiatan tahunan yang diadakan rutin oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika (HIMATIKA) FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, LSM adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari Lomba Matematika, Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Lomba matematika diselenggarakan untuk siswa SMP, SMA, dan Mahasiswa se-Indonesia. Seminar Nasional Matematika diselenggarakan untuk pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan seluruh praktisi matematika. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para praktisi untuk menyalurkan bakatnya sebagai pemakalah dalam acara seminar. Di tahun ini dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Masa Depan dengan Matematika“ , event LSM menginjak tahun ke 28 pelaksanaannya dan dilangsungkan pada bulan Februari 2020.

Dalam wawancaranya dengan kru Majalah Komunikasi UM, Rofiud menjelaskan proses timnya sampai di peringkat kelima nasional, “Untuk mempersiapkan LSM XXVIII, saya dan rekan saya sering belajar bersama walaupun saat hari libur atau sore hari setelah jam kuliah yang dinaungi oleh Komunitas Matematika. Dari penyisihan sampai final kita diberi beberapa soal olimpiade matematika mahasiswa dengan waktu hanya 1 jam dan di sini dituntut untuk kerja sama yang baik antar anggota tim serta menuliskan solusi secara baik, tepat, dan efektif. Ketika penyisihan selesai dan diumumkan, ada 2 tim UM yang lolos ke babak semifinal di UNY. Ketika final diambil 5 besar dan  Alhamdulillah tim saya lolos di peringkat 3. Namun, ketika di final tim saya turun menjadi peringkat 5 sehingga menjadi juara 5,” ujar Rofiud saat menjelaskan perjuangannya dengan tim sampai berhasil boyong juara 5. Rofiud juga memiliki harapan untuk mahasiswa UM harus bersemangat membawa nama UM menjadi besar. “Intinya jangan bawa nama almamater ke dalam namamu, tapi bawalah namamu ke dalam nama almamatermu. Maka dari itu nggak ada yang namanya leyeh-leyeh santai, harus ada pengorbanan lebih ke waktu dan tenaga. Saya percaya mahasiswa UM bisa banget bersaing dengan universitas besar seperti UI, UGM, dan IPB yang terpenting niat, usaha, doa, dan tawakal,” tandasnya. Waviq.